Pengertian PHP: Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Pengertian PHP: Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Pengertian PHP: Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya
Pengertian PHP: Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Pengertian PHP: Sejarah, Fungsi, dan Cara KerjanyaPengertian Menurut Para Ahli & Pakar tentunya sobat harus tahu dulu dong sebelum belajar menggunakan Bahasa Pemrograman  PHP ini sendiri, harus tau biar tidak salah paham apa itu PHP , bukan yang dimaksud PHP ( Pemberi Harapan Palsu ) nah dari pada panjangan lebar tentang ngomongin PHP ( Pemberi Harapan Palsu ) mending langsung disimak tentang pengertian Pemrograman PHP dibawah ini.

Pengertian PHP

PHP (Hypertext Preprocessor) adalah suatu bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat web dinamis, walau bisa juga digunakan untuk membuat program lain. Tentunya bahasa pemrograman PHP berbeda dengan HTML, pada PHP Script/kode yang dibuat tidak dapat ditampilkan pada halaman website begitu saja, tapi harus diproses terlebih dahulu oleh web server lalu ditampilkan dalam bentuk halaman website di web browser, Script PHP juga dapat disisipkan pada HTML dan Script PHP selalu diawali dengan <php dan diakhiri dengan ?>

Manajemen database yang biasanya digunakan untuk pemrograman PHP misalnya seperti MySQL, tapi ada juga yang menggunakan Oracle, Microsoft Acces dan lain-lain. PHP disebut juga sebgai bahasa pemrograman script server side, karena PHP di proses pada komputer server.

Dikutip dari situs https://w3techs.com/technologies/overview/programming_language, (diakses pada 30 Januari 2020), berikut adalah market share penggunaan bahasa pemrograman server-side untuk mayoritas website di seluruh dunia dan paling populer masih dengan bahasa pemrogrman PHP itu sendiri :

Sobat dapat meliat dari tampilan di atas bahwa mayoritas website modern saat ini menggunakan PHP.


Pengertian PHP Menurut Ahli & Pakar

Menurut Arief  (2011c:43) PHP adalah  Bahasa server-side –scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena PHP merupakan server-side-scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan diesksekusi diserver kemudian hasilnya akan dikirimkan ke browser dengan format HTML.

Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih terjamin. PHP dirancang untuk membuat halaman web yang dinamis, yaitu halaman web yang dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini, seperti menampilkan isi basis data ke halaman web.

Sedangkan menurut Nugroho (2006 b:61) "PHP atau  singkatan dari Personal Home Page merupakan bahasa skrip yang tertanam dalam HTML untuk dieksekusi bersifat server side". PHP termasuk dalam open source product, sehingga source code PHP dapat diubah dan didistribusikan secara bebas. Versi terbaru PHP dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi PHP : http://www.php.net.

PHP  juga dapat berjalan pada berbagai web server seperti IIS (Internet Information Server), PWS (Personal Web Server), Apache, Xitami. PHP juga mampu berjalan di banyak sistem operasi yang beredar saat ini, diantaranya : Sistem Operasi Microsoft Windows (semua versi), Linux, Mac Os, Solaris. PHP dapat dibangun sebagai modul web server Apache dan sebagai binary yang dapat berjalan sebagai CGI (Common Gateway Interface).

PHP dapat mengirim HTTP header, dapat mengatur cookies , mengatur authentication dan redirect user.Salah satu keunggulan yang dimiliki PHP adalah kemampuannya untuk melakukan koneksi ke berbagai macam software sistem manajemen basis data atau Database Management Sistem (DBMS), sehingga dapat menciptakan suatu halaman web dinamis.

PHP mempunyai koneksitas yang baik dengan beberapa DBMS seperti Oracle, Sybase, mSQL, MySQL, Microsoft SQL Server, Solid, PostgreSQL, Adabas, FilePro, Velocis, dBase, Unix dbm, dan tidak terkecuali semua database ber-interface ODBC.

Hampir seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan utama adalah konektivitas basis data dengan web. Dengan kemampuan ini kita akan mempunyai suatu sistem basis data yang dapat diakses.

Sejarah PHP

PHP (Hypertext Prepocessor) diciptakan oleh Rasmus Lerdorf seorang pemrogram C, dan digunakan untuk mencatat jumlah pengunjung pada homepage-nya. Pada awal tahun 1995 dirilis PHP/FI (Form Interpreter) yang memiliki kemampuan dasar membangun aplikasi web, memproses form dan mendukung data mySQL.Karena antusiasme pengguna internet yang begitu besar, ahirnya pada pertengahan tahun 1997 Rasmus Ledorf menyerahkan pengembanganya kepada sebuah tim pemrograman dalam kerangka open source dan oleh Zeev suraski dan Andi Gutmans, parsernya ditulis ulang kembali menjadi bentuk program parser  baru yaitu PHP 3.0 yang memiliki dukungan lebih luas lagi terhadap database yang ada termasuk mySQL dan Oracle.

PHP versi 4.0 kemudian dirilis setelah itu dengan menggunakan mesin scripting Zend (akronim dari pengembangnya Zeev suraski dan Andi Gutmas) dan telah mampu mendukung server apache dan secara built-in telah mampu menangani manajemen session. Ada dua macam PHP yang sekarang dikenal luas dikalangan web developmer yaitu PHP 3 dan PHP 4. PHP 3 adalah bahasa PHP yang pertama kali dibuat dan cocok untuk membuat website yang tidak terlalu komplek dan besar.sedangkan PHP 4 (versi-4) adalah bahasa PHP yang didalamnya sudah dilengkapi dengan Zend engine sehingga lebih cepat, kuat, stabil, mudah untuk berinteraksi dengan berbagai jenis aplikasi pendukung lainya seperti mySQL, java, FTP client, ODBC dll.

PHP versi 4 memiliki ekstention yang lebih sederhana dan mudah dipergunakan serta kompatibel dengan PHP versi 3. PHP 4 sering dipakai untuk membangun web content karena dapat menangani website yang besar, kompleks dan menerima jutaan hit perhari.

Update!
Saat Artikel ini di Publsh
PHP Berada di Versi PHP 7.4.10

Fungsi PHP

Untuk fungsi bahasa pemrograman php ini sendiri adalah untuk membuat halaman web, sebenarnya PHP bukanlah bahasa pemrograman yang wajib digunakan. Sobat bisa saja membuat website hanya menggunakan HTML saja. Jadi Web yang dihasilkan dengan HTML (dan CSS) ini dikenal sebagai website statis, dimana konten dan dari halaman web bersifat tetap.

Nah sobat  Sebagai perbandingannya, website dinamis yang bisa dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP adalah situs web yang bisa menyesuaikan tampilan konten tergantung situasi. Dan Website dinamis juga bisa menyimpan data ke dalam  suatu database, membuat halaman yang berubah-ubah sesuai input dari user, memproses form, dan masih banyak lainnya

Jadi untuk pembuatan web, kode pada bahasa pemrograman PHP biasanya di sisipkan ke dalam dokumen HTML. Karena fitur inilah PHP disebut juga sebagai Scripting Language atau juga disebut bahasa pemrograman script.

Nah Sebagai contoh penggunaan PHP, misalkan sobat ingin membuat list dari nomor 1 sampai nomor 10. Dengan menggunakan HTML murni, sobat bisa membuatnya secara manual seperti kode berikut ini:


<!DOCTYPE html>
<html>
   <head>
      <title>Contoh list dengan HTML</title>
   </head>
<body>
<h2>Daftar Absensi Siswa</h2>
   <ol>
      <li>Nama Siswa ke-1</li>
      <li>Nama Siswa ke-2</li>
      <li>Nama Siswa ke-3</li>
      <li>Nama Siswa ke-4</li>
      <li>Nama Siswa ke-5</li>
      <li>Nama Siswa ke-6</li>
      <li>Nama Siswa ke-7</li>
      <li>Nama Siswa ke-8</li>
      <li>Nama Siswa ke-9</li>
      <li>Nama Siswa ke-10</li>
   </ol>
</body>
</html>

Jadi sobat untuk halaman HTML tersebut dapat dibuat dengan mudah dengan cara men-copy-paste tag sebanyak 10 kali dan mengubah sedikit demi sedikit angka-angka no urut di belakangnya. Namun jika yang sobat inginkan adalah menambahkan list tersebut menjadi 100 atau 1000 list, cara copy-paste tersebut menjadi tidak efektif dan sobat akan capai tentunya. Berbeda dengan halnya jika sobat menggunakan bahasa pemrograman PHP, sobat tinggal membuat perulangan for sebanyak 1000 kali dengan perintah yang lebih singkat seperti berikut ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
   <head>
      <title>Contoh list dengan PHP</title>
   </head>
<body>
<h2>Daftar Absensi Siswa</h2>
   <ol>
      <?php
      for ($i= 1; $i <= 1000; $i++) 
         {
            echo "<li>Nama Siswa ke-$i</li>";
         }
      ?>
   </ol
</body>
</html>




Bisa sobat lihat dengan menggunakan kode baris yang bahkan lebih sedikit, sobat dapat membuat list tersebut menjadi 1000 kali, bahkan 100.000 kali dengan hanya mengubah sebuah variabel $i dengan sesuka sobat.

Cara Kerja PHP

Seperti yang pernah disebutkan bahwa PHP adalah aplikasi di sisi server atau dengan kata lain beban kerja ada di server bukan di client. Pada saat browser meminta dokumen PHP, web server langsung menggunakan modul PHP untuk mengolah dokumen tersebut.

Jika pada dokumen terkandung fungsi yang mengakses database maka modul PHP menghubungi database server yang bersangkutan. Dokumen yang berformat PHP dikembalikan web server dalam format HTML, sehingga source code PHP tidak tampak disisi browser.

Penutup

Bahasa Pemrogrman PHP juga tidak hanya dapat melakukan perulangan tersebut, masih banyak hal lain yang bisa sobat lakukan dengan PHP, contohnya seperti menginput data ke database atau bisa kita sebut dengan CRUD, menghasilkan gambar, menkonversi halaman text menjadi PDF, management cookie dan session, dan banyak lagi, dan mungkin itu saja tentang Pengertian, Fungsi dan Peran Penting PHP yang dibahasa di sini, semoga bermanfaat untuk kalian semua.

Anda mungkin menyukai postingan ini