Pengertian OPP dan Konsep OOP

Pengertian OPP dan Konsep OOP

Pengertian OPP dan Konsep OOP
Pengertian OPP dan Konsep OOP
Pengertian OPP dan Konsep OOP - OOP dikenal sebagai teknik pemrograman modern yang lebih efisien dan banyak digunakan pada Framework. OOP (Object Oriented Programming) atau pemrograman berorientasikan objek (PBO) merupakan sebuah paradigma atau teknik pemrograman yang berorientesikan Objek. Dalam OOP, Fungsi dan variabel dibungkus dalam sebuah objek atau class yang dapat saling brinteraksi, sehingga membentuk sebuah program.
Jika kalian ingin memahami Framework, pelajari dulu konsep OOP

Pengertian OOP

OOP (Object Oriented Programming) adalah suatu metode pemrograman yang berorientasi pada objek. Tujuan OOP diciptakan untuk mempermudah pengembangan program dengan cara mengikuti model yang telah ada di kehidupan sehari-hari. Jadi setiap bagian dari suatu permasalahan adalah objek, Objek itu sendiri merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil lagi.

Sebagai contoh 'Pesawat', Pesawat adalah sebuah objek. Pesawat terbentuk dari beberapa objek yang lebih kecil lagi seperti mesin, roda, baling-baling, kursi, dll. Pesawat ini sebagai objek yang terbentuk dari objek-objek yang lebih kecil saling berhubungan, berinteraksi, berkomunikasi dan saling mengirim pesan kepada objek-objek yang lainnya. Begitu juga dengan program, sebuah objek yang besar dibentuk dari beberapa objek yang lebih kecil, objek-objek itu saling berkomunikasi, dan saling berkirim pesan kepada objek yang lain.

1.1 Konsep OOP

  1. Abstrak Class
  2. Kelas adalah deskripsi abstrak informasi dan tingkah laku dari sekumpulan data. Ilustrasi kelas adalah sebagai suatu cetak biru(blueprint) atau prototipe yang digunakan untuk menciptakan objek. Tipe data bagi objek yang mengenkapsulasi data dan operasi pada data di dalam unit tunggal. Mendefinisikan suatu struktur yang terdiri atas data kelas (data field), prosedur atau fungsi (method), dan sifat kelas (property).

  3. Encapsulation 
  4. Enkapsulasi adalah kombinasi data dan fungsionalitas dalam sebuah unit tunggal sebagai bentuk untuk menyembunyikan detail informasi. Proses enkapsulasi memudahkan kalian untuk menggunakan sebuah objek dari suatu kelas karena kalian tidak perlu mengetahui segala hal secara rinci. Enkapsulasi menekankan pada antarmuka suatu kelas, atau bagaimana menggunakan objek kelas tertentu. Contoh: kelas mobil menyediakan antarmuka fungsi untuk menjalankan mobil tersebut, tanpa kalian perlu tahu komposisi bahan bakar, udara dan kalor yang diperlukan untuk proses tersebut.

  5. Inheritance
  6. Kalian bisa mendefinisikan suatu kelas baru dengan mewarisi sifat dari kelas lain yang sudah ada.Penurunan sifat ini dilakukan secara bertingkat - tingkat, semakin ke bawah kelas maka semakin spesifik. Sub kelas memungkinkan kalian untuk melakukan spesifikasi detail dan perilaku khusus dari kelas supernya. Kalian bisa menggunakan kode yang sudah ditulisnya pada kelas super berulang kali di kelas-kelas turunannya tanpa harus menulis ulang semua kode - kode itu.

  7. Polymorphism
  8. Polimorfisme yaitu kemampuan objek - objek yang berbeda kelas namun terkait dalam pewarisan untuk merespon secara berbeda terhadap suatu pesan yang sama. Polimorfisme bisa dikatakan kemampuan sebuah objek untuk memutuskan method yang akan diterapkan padanya, tergantung letak objek tersebut pada jenjang pewarisan. Terdapat dua Method yaitu Method overriding dan Method name overloading.

1.2 Contoh Program OOP


#include <iostream>
using namespace std;
class PersegiPanjang{
int panjang,lebar;
public:
int luas(){
return (panjang*lebar);
}
void set_values(int x,int y){
panjang = x;
lebar = y;
}
};
class Segitiga{
int alas,tinggi;
public:
float luas(){
return (alas*tinggi*0.5);
}
void set_values(int a, int t){
alas = a;
tinggi = t;
}
};
int main(){
PersegiPanjang Kotak1;
PersegiPanjang Kotak2;
Segitiga Segitiga1;
Segitiga Segitiga2;
Kotak1.set_values(10,10);
Kotak2.set_values(5,5);
Segitiga1.set_values(7,6);
Segitiga2.set_values(3,7);
cout << “Luas Kotak 1 adalah ” << Kotak1.luas() << endl;
cout << “Luas Kotak 2 adalah ” << Kotak2.luas() << endl;
cout << “Luas Segitiga 1 adalah ” << Segitiga1.luas() << endl;
cout << “Luas Segitiga 2 adalah ” << Segitiga2.luas() << endl;
}

Penutup

Sekian Pembahasan mengenai Pengertian OPP dan Konsep OOP. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi kalian semua. Terimakasih.

Anda mungkin menyukai postingan ini