Percabangan Switch Case pada Java

Percabangan Switch Case pada Java

Percabangan Switch Case pada Java
Percabangan Switch Case pada Java

Percabangan Switch Case pada Java
- Pada artikel sebelumnya, admin sudah bahas mengenai percabangan pada Java yaitu IF dan ELSE yang bisa kalian lihat disini. Sebelumnya admin juga sudah jelaskan bahwa percabangan pada java ini ada 3 jenis , yaitu :
  • Percabangan IF
  • Percabangan IF/ELSE
  • Percabangan IF/ELSE/IF atau SWITCH/CASE
Percabangan SWITCH/CASE sebenarnya adalah bentuk lain dari IF/ELSE/IF. Perbedaannya, pada percabangan ini menggunakan kata kunci switch dan case. Dalam segi format sebenarnya juga berbeda, tapi cara kerjanya sama.

Percabangan SWITCH CASE

Pengertian SWITCH CASE adalah percabangan kode program dimana kalian akan membandingkan isi sebuah variabel dengan beberapa nilai. Apabila menghasilkan true, maka block kode program akan di proses. Kondisi pada SWITCH CASE  ini terdiri dari 2 bagian, yaitu perintah SWITCH (terdapat nama variabel yang akan diperiksa) dan 1 atau lebih perintah CASE (untuk setiap nilai yang akan diperiksa).

- Format dasar penulisan kondisi SWITCH CASE
switch (nama_variabel) {
  case 'nilai_1':
    // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_1
    break;
  case 'nilai_2':
    // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_2
    break;
  case 'nilai_3':
    // Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_3
    break;
  ...
  ...
  default:
     // Kode program yang dijalankan jika tidak ada kondisi yang terpenuhi
}

Keterangan
: Pada awal kode program, ada perintah SWITCH untuk menginput variabel yang akan diperiksa. Kemudian ada beberapa perintah CASE yang diikuti dengan sebuah nilai. Apabila isi dari nama_variabel sama dengan salah satu nilai ini, maka blok kode program akan dijalankan. Tapi jika tidak ada kondisi CASE yang dipenuhi, blok default di baris paling bawah yang akan dijalankan. Setiap block case diakhiri dengan perintah break; agar struktur CASE langsung berhenti begitu kondisi terpenuhi. 

- Contoh Program Percabangan SWITCH CASE
Jika memakai struktur IF ELSE IF, maka akan seperti ini :
import java.util.Scanner;
  
class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
      
    char nilai;
    Scanner input = new Scanner(System.in);
      
    System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");
    nilai = input.next().charAt(0);
      
    if (nilai == 'A' ) {
      System.out.println("Pertahankan!");
    }
    else if (nilai == 'B' ) {
      System.out.println("Harus lebih baik lagi");
    }
    else if (nilai == 'C' ) {
      System.out.println("Perbanyak belajar");
    }
    else if (nilai == 'D' ) {
      System.out.println("Harus lebih rajin belajarnya");
    }
    else if (nilai == 'E' ) {
      System.out.println("Perlu diperhatikan");
    }
    else {
      System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");
    }
     
  }
}

Program diatas bisa dikonversi ke dalam bentuk SWITCH CASE, seperti berikut ini :
import java.util.Scanner;
 
class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
     
    char nilai;
    Scanner input = new Scanner(System.in);
     
    System.out.print("Input Nilai Anda (A - E): ");
    nilai = input.next().charAt(0);
     
    switch (nilai) {
      case 'A':
        System.out.println("Pertahankan!");
        break;
      case 'B':
        System.out.println("Lebih baik lagi");
        break;
      case 'C':
        System.out.println("Perbanyak belajar");
        break;
      case 'D':
        System.out.println("Harus lebih rajin belajarnya");
        break;
      case 'E':
        System.out.println("Perlu diperhatikan");
        break;
      default:
        System.out.println("Maaf, format nilai tidak sesuai");
    }
   
  }
}



Kode diatas akan menghasilkan Output :
Input Nilai Anda (A - E): A
Pertahankan!
 
Input Nilai Anda (A - E): D
Harus lebih rajin belajarnya
 
Input Nilai Anda (A - E): E
Perlu diperhatikan
 
Input Nilai Anda (A - E): F
Maaf, format nilai tidak sesuai

Keterangan : Pada baris 10 terdapat perintah untuk meminta kalian menginput salah satu huruf antara ‘A’ – ‘E’. Nilai huruf nya kemudian disimpan ke dalam variabel nilai yang sudah di set bertipe data char. Kondisi SWITCH CASE dimulai pada baris 12, perintah switch (nilai) yang artinya kalian ingin memeriksa isi dari variabel nilai. Seluruh block SWITCH ada di dalam tanda kurung kurawal yang dimulai dari baris 12 sampai 30. Pada baris 13 ada perintah case ‘A’: Artinya apabila variabel nilai berisi karakter ‘A‘, maka jalankan isi dari block CASE, yakni perintah System.out.println(“Pertahankan!”). 

Lalu terdapat perintah break di baris 15 agar struktur CASE lain tidak perlu di proses lagi. Di baris 16 terdapat perintah CASE kedua, yakni case ‘B’:. Sama seperti sebelumnya, blok ini akan dijalankan apabila variabel nilai berisi huruf ‘B‘. Begitupun seterusnya sampai case ‘E’ : di baris 25. Jika ternyata tidak ada nilai yang sesuai, maka block default di baris 28 yang akan di eksekusi. Struktur SWITCH CASE lebih rapi kalau di bandingkan dengan struktur IF ELSE IF, kadang bisa lebih efisien. 

Namun SWITCH CASE juga memiliki batasan, yaitu tidak bisa dipakai untuk kondisi yang lebih kompleks seperti perbandingan dengan tanda lebih besar dari ” > “, maupun penggabungan kondisi. - 

- Contoh percabangan SWITCH CASE menggunakan kondisi bilangan bulat
/**
 *
 * @author ruangcoder
 */
public class ContohPercabanganSwitch2 {
    public static void main(String[] args){
        int bulan = 7;
        System.out.println("Bulan Ke-"+bulan);
        
        switch(bulan){
            case 1 : 
                System.out.println("Bulan januari");
             break;
            case 2 : 
                System.out.println("Bulan februari");
             break;
            case 3 : 
                System.out.println("Bulan maret");
             break;
            case 4 : 
                System.out.println("Bulan april");
             break;
            case 5 : 
                System.out.println("Bulan mei");
             break;
            case 6 : 
                System.out.println("Bulan juni");
             break;
            case 7 : 
                System.out.println("Bulan juli");
             break;
            case 8 : 
                System.out.println("Bulan agustus");
             break;
            case 9 : 
                System.out.println("Bulan september");
             break;
            case 10 : 
                System.out.println("Bulan oktober");
             break;
            case 11 : 
                System.out.println("Bulan november");
             break;
            case 12 : 
                System.out.println("Bulan desember");
             break;
            default: 
                System.out.println("Tidak Ditemukan Bulan Ke-"+bulan);
            break;
        }
    }
}

Hasilnya :

Penutup

Sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat bagi kalian semua. Terimakasih !

Anda mungkin menyukai postingan ini