5 Perusahaan Teknologi Terbesar di Indonesia

5 Perusahaan Teknologi Terbesar di Indonesia
5 Perusahaan Teknologi Terbesar di Indonesia

5 Perusahaan Teknologi Terbesar di Indonesia - Pada era Industri 4.0 ini banyak perusahaan rintisan atau biasa disebut startup yang lahir dan bersaing satu sama lain.  Perkembangan startup jadi lebih cepat karena ada nya dukungan pasar yang luas dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat signifikan saat ini. 

Situasi itulah yang menjadikan Indonesia sebagai ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Data situs Startup Ranking mengatakan bahwa Indonesia berada dalam daftar lima besar negara dengan startup terbanyak dengan total 2.090.  Salah satu startup di Indonesia juga baru saja mendapatkan gelar decacorn, yaitu startup yang memiliki nilai valuasi di atas 10 miliar dolar AS. Indonesia juga menjadi negara dengan jumlah startup unicorn atau startup dengan valuasi 1 miliar dolar AS di Asia Tenggara, yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. Ternyata negara kita ini keren bukan?

Kira-kira startup apa sajakah yang dinilai memiliki perkembangan yang cukup cepat sejak didirikan? langsung saja kepoin penjelasan admin di bawah ini!

5 Perusahaan Teknologi Terbesar di Indonesia

1. GOJEK


Tentunya kalian semua sebagai rakyat Indonesia mengetahui perusahaan yang satu ini dong. Bukan WNI kalo nggak tau GOJEK. Berdasarkan hasil riset terbaru CB Insights yang bertajuk "Global Unicorn Club: Private Companies Valued at $1B+ (as of March 14, 2019)", GOJEK ini menjadi perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang memiliki valuasi 10 miliar dolar AS dan berhak menyandang status decacorn, naik pangkat dari unicorn. 

GOJEK sendiri di dirikan oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran pada Oktober 2010. Pastinya kalian juga mengenal sosok pendiri GOJEK ini kan? tentu saja beliau adalah seorang Menterian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. 

Jangan salah, Perusahaan yang sebesar GOJEK ini memulai bisnisnya sebagai layanan ojek motor panggilan lewat call center dan waktu awal berdiri cuma memiliki 20 pengemudi saja loh.  Kurang lebih dari 8 tahun beroperasi, sekarang aplikasi dan ekosistem GOJEK sudah di download oleh lebih dari 142 juta, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu mitra merchants, dan lebih dari 60 ribu penyedia layanan di Asia Tenggara, dengan volume transaksi tahunan sebanyak sebesar 2 miliar per akhir 2018. Wow banget ya!

GOJEK saat ini sudah beroperasi di 204 kota dan kabupaten di Indonesia, eits, bukan cuma itu, ekspansi ke luar negeri juga sudah dilakukan di beberapa negara kawasan Asia Tenggara, diantaranya Vietnam, Singapura, dan Thailand. Keren kan!

2. TOKOPEDIA


Buat kalian yang suka shopping tapi dirumah aja, pasti tau banget perusahaan yang satu ini. Selain Shopee, Indonesia juga mempunyai platform belanja online yang gak kalah hebatnya, yaitu Tokopedia. Di tahun 2019, startup e-commerce Tokopedia memasuki usia 1 dekade. Tokopedia didirikan oleh dua sekawan yang bernama William Tanuwijaya sebagai CEO dan Leontinus Alpha Edison sebagai CTO dan COO pada 6 Februari 2009. Pada 17 Agustus 2009, situs Tokopedia(dot)com resmi meluncur.

Seiring perkembangan waktu, sampai akhir tahun 2018, Tokopedia mencatat sudah menjangkau 93 persen kecamatan di Indonesia di lebih dari 17.000 pulau.  Tokopedia sudah menyediakan akses ke lebih dari 100 juta jenis produk kepada masyarakat Indonesia. Di tahun 2018, gross merchandise value (GMV) Tokopedia meningkat sampai empat kali lipat. 

Tokopedia juga telah membuka pusat riset yang dinamakan Tokopedia-UI AI Center of Excellence yang hadir untuk mendorong pelaku akademi dan peneliti dalam memanfaatkan teknologi, khususnya AI.

3. BUKALAPAK


Perusahaan yang ini juga gak jauh beda dengan yang sebelumnya, pasti juga sudah banyak yang tahu dong. Bukalapak juga merupakan startup e-commerce buatan Indonesia yang membantu kalian untuk belanja segala macam kebutuhan kalian dengan mudah dan klik klik saja. 

Achmad Zaky bersama dua orang temannya Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid merintis startup Bukalapak tahun 2011. Saat itu, mereka membaca peluang yang berpotensi untuk mengembangkan situs toko online yang kini dikenal dengan e-commerce.

Kejeliannya itu akhirnya membuahkan hasil, sekarang Bukalapak berubah menjadi salah satu startup dengan gelar unicorn. Bukalapak mengklaim telah merangkul lebih dari 4 juta pelapak (sebutan untuk penjual di Bukalapak) dan 50 juta pengguna di Indonesia.  Wow gak kalah keren yaa.. Bukalapak juga punya pusat riset AI yang dibangun di dua kota, Bandung dan Surabaya. Di Bandung, Bukalapak bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung, sementara di Surabaya, bersama Institut Teknologi Surabaya.

4. TRAVELOKA


Kalo yang satu ini, memudahkan kalian untuk berpergian, membeli tikek, sewa hotel, dan lainnya. Jaman sekarang sudah serba gampang yaaa, ga perlu lagi tuh yang namanya ngantri ngantri dan berdesak-desakan untuk membeli tiket pulang kampung buat kalian yang rindu kampung halamannya. Gak hanya itu, kalian juga bisa pesen tiket internasional loh. 

Traveloka didirikan oleh Albert Zhang, Derianto Kusuma, dan Ferry Unardisosok yang merupakan salah satu startup unicorn. Traveloka didirikan di tahun 2012. Pertumbuhan Traveloka tergolong cukup cepat.  Saat ini, Traveloka telah tersedia di tujuh negara, antara lain Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan terbaru di Australia.  Internasional gaisss.. Aplikasi Traveloka sendiri sudah diunduh lebih dari 40 juta kali di Asia Tenggara.

Traveloka juga sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 maskapai low-cost dan full service untuk rute domestik dan internasional, menghadirkan pilihan lebih dari 200.000 rute di Asia Pasifik dan Eropa.  Starup ini juga membangun Research & Development Center terletak di Embassy Tech Village, Bangalore,  dikenal sebagai ‘Silicon Valley’ ala india. Ada lebih dari 60 karyawan teknisi Traveloka yang bekerja di kantor riset itu. Traveloka mengklaim bahwa saat ini sudah mempekerjakan lebih dari 500 engineer dari seluruh dunia. Wah mantab ini mah.

5. EFISHERY

eFishery merupakan Startup penyedia alat pintar untuk memberi pakan ikan dan udang. Tahun 2013 Chrisna Aditya, Gibran El Farizy, dan Muhammad Ihsan Akhirulsyah mendirikan eFishery ini.

Dengan mengaplikasikan teknologi IoT (Internet of Things), eFishey digadang-gadang bisa menjadi startup perikanan terbesar di Indonesia. Pendiri sekaligus CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, perusahaan pun punya beberapa mimpi untuk membesarkan perusahaan ini, termasuk memajukan para petani ikan di Indonesia. 

Sampai akhir tahun 2018, layanan eFishery telah digunakan di 67 daerah yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia. Mereka juga sedang menjalankan proyek perdana di 4 negara yaitu Bangladesh, Thailand, India, dan Vietnam.  Untuk Bangladesh, komoditas yang akan dikembangbiakkan yaitu ikan, Vietnam dan Thailand udang. Sementara di India akan mengembangkan keduanya. 

Penutup

Ternyata negara kita gak kalah jauh kan dengan negara lain, Indonesia juga memiliki perusahaan teknologi yang sudah memasuki range global dan internasional. Terimakasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat!