Cyber Crime dan Jenis-Jenis Kejahatan Dunia Maya

Cyber Crime dan Jenis-Jenis Kejahatan Dunia Maya
Cyber Crime dan Jenis-Jenis Kejahatan Dunia Maya

Cyber Crime dan Jenis-Jenis Kejahatan Dunia Maya - Istilah yang sering kita sebut dengan Cyber Crime terdengar seiring dengan perkembangan dunia digital. Cyber crime artinya kejahatan di dunia maya merupakan salah satu dampak negatif internet sebagai platform yang saat ini banyak digunakan. Bagi kalian yang terjun dalam dunia online, istilah cyber crime pasti sudah tidak asing lagi. Siapa saja bisa mencari incaran bagi kejahatan dunia maya ini dan dapat terjadi kapan pun. Jika kalian menjadi korbannya, kalian akan mengalami banyak kerugian, terutama secara finansial. 

Apa yang di maksud Cyber Crime ? Pada artikel ini, saya akan membahas tentang Cyber Crime dan Jenis - Jenis Cyber Crime secara lebih lengkap. Yuk simak artikel di bawah ini.

Pengertian Cyber Crime

Apa Itu Cyber Crime? Cyber crime adalah tindak kejahatan yang dilakukan secara online. Kejahatan ini tidak mengenal waktu dan tidak pilih-pilih target. Bisa saja terjadi pada individu atau perusahaan di mana pun dan kapan pun, jadi untuk kalian semua harus waspada dan terus berhati-hati. Tujuan cyber crime beragam. Bisa hanya sekedar iseng, sampai kejahatan serius yang merugikan korbannya secara finansial. 

Menurut Organization of European Community Development (OECD), Cyber crime adalah semua bentuk akses ilegal terhadap suatu transmisi data. Semua bentuk kegiatan yang tidak sah dalam suatu sistem komputer termasuk dalam suatu tindak kejahatan. Cyber crime bisa juga diartikan sebagai tindak kejahatan yang ada pada ranah dunia maya dengan memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan internet sebagai sasaran.

Cyber crime dilakukan seorang diri ataupun dengan melibatkan sekelompok orang. Pelaku cyber crime tentunya adalah orang-orang yang ahli dalam berbagai teknik hacking. Bahkan sebuah aksi cyber crime dilakukan dari berbagai tempat berbeda di waktu bersamaan sudah sangat sering terjadi.

Banyak Contoh aksi cyber crime yang masih terjadi. Tentu beberapa waktu lalu, kalian pernah mendengar informasi mengenai kasus cyber crime yang menimpa salah satu e-commerce terbesar di Indonesia.  Aksi cyber crime pada salah satu marketplace yang mengakibatkan data pelanggan bocor, Pelaku meretas server perusahaan tersebut, dan berhasil mencuri jutaan data pelanggan. Mulai nama, nomor handphone, hingga alamat. Semua data itu bisa saja diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan bagi pelaku. Tetapi, hal ini merugikan sekali bagi para pelanggannya dan juga perusahaan. Kasus cyber crime ini menjadi kasus cyber crime terbesar di indonesia.

Jenis-Jenis Cyber Crime

1. Identity Theft 

Identity theft adalah jenis cyber crime berupa pencurian identitas. Pelaku identity theft melakukan teknik peretasan pada website korban. Untuk mendapatkan informasi pribadi yang tersimpan, mereka mengakses server website.

toko onlinelah yang menjadi target Identity Theft, website membership dan jenis website lain yang menggunakan data pelanggan dalam proses layanannya.  Selain itu, identity theft juga bisa terjadi saat kalian mengakses situs abal-abal. Hal ini terjadi apabila kalian memberikan data pribadi padahal situs itu sebenarnya milik peretas. 

Contoh kasus yang sering terjadi adalah pencurian identitas menggunakan sayembara online. Tergiur dengan kata-kata yang terdapat ucapan "hadiah yang besar", lalu korban disuruh mengisi data diri di sebuah website. Ternyata, undian sayembara tidak pernah ada. Tetapi, data diri korban sudah terlanjur dimiliki oleh pelaku kejahatan .

2. Carding

Carding yaitu jenis cyber crime yang berupa pembobolan kartu kredit. Pelaku kejahatan mencuri data informasi kartu kredit, dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Carding merupakan salah satu jenis cyber crime yang masih sering dilakukan. Kasus terakhir sempat terkait dengan beberapa orang terkenal. 

Banyak berita kasus cyber crime Indonesia dengan carding yang menimpa public figure. Cara untuk melakukannya banyak sekali, bisa dengan phising, memasang malware di toko online, atau juga membeli informasi dari gelap internet.

Dampak dari carding cukup merugikan. Karena jika tidak cepat disadari, pemilik kartu kredit harus membayar tagihan besar atas belanja yang tidak dilakukan. Kadang juga bisa dalam jumlah yang sangat besar.

3. Corporate Data Theft

Corporate data theft sebenarnya mirip dengan identity theft. Namun letak perbedaannya adalah jenis cyber crime ini menyasar data perusahaan. 

Pelaku meretas situs perusahaan, kemudian mencuri data-data yang penting. Data perusahaan yang berhasil mereka dapat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, bisa untuk mengaksesnya tanpa hak. Bisa juga data dijual di pasar gelap dengan harga yang tinggi.

Bentuk kejahatan online ini pernah dialami oleh perusahaan-perusahaan besar. Salah satunya adalah Canva. Situs desain grafis ini berhasil diretas hingga 139 juta data pelanggan terancam. Dari kejadian ini bisa disimpulkan bahwa dalam satu aksi saja, pencuri bisa mendapatkan banyak data untuk digunakan melakukan tindak kejahatan

4. Cyber Extortion

Jenis cyber crime berupa pemerasan ini cukup sering terjadi. Kejahatan online ini bisa menimpa perusahaan atau pribadi. Modusnya yang dilakukan yaitu si pelaku akan meminta uang sebagai tebusan atas data penting yang telah dicuri. 

Kasus cyber extortion yang marak saat ini adalah penggunaan ransomware. Malware ini masuk ke perangkat korban dan mengendalikan data di dalamnya. Pemilik tidak bisa mengakses data tanpa menggunakan sandi dari pelaku kejahatan. Pemilik harus menebus dan membayarkan uangnya terlebih dahulu untuk mendapatkan sandi tersebut.

Banyak perusahaan terkenal di dunia yang sudah menjadi korban seperti Nokia, Domino, dan Freedly. Pada kasus Domino, peretas minta tebusan 30.000 Euro agar  650.000  data pelanggan Domino tidak disebarluaskan oleh mereka. 

5. Cyber Espionage

Cyber espionage adalah jenis cyber crime yang memata-matai target tertentu, seperti lawan politik, kompetitor suatu perusahaan bahkan pejabat negara lain.  Pelaku menggunakan teknologi canggih untuk memata-matai secara online. Cyber espionage biasa dilakukan dengan memanfaatkan spyware. Dengan aplikasi yang ditanam di komputer korban, semua aktifitas dan data penting bisa diakses tanpa disadari. 

Contohnya kejahatan cyber espionage ini pernah menimpa Barack Obama. Saat itu spyware digunakan untuk mencuri data sensitif terkait kebijakan luar negeri Amerika. 

7. Exploit Kit

Sekarang ini, pelaku cyber crime semakin cerdik dalam melakukan serangan. Salah satunya dengan menggunakan senjata exploit kit yang mudah didapatkan. Exploit kit adalah program untuk menyerang komputer dengan sistem keamanan rendah. Tujuannya, menyusup ke komputer korban dan memanfaatkannya. Tercatat sebanyak 50% serangan hacker menggabungkan metode serangan dengan menggunakan exploit kit.

Penggunaan exploit kit dimulai dengan aksi phishing lewat link email, popup, atau iklan. Apabila korban sudah berhasil dikelabui dengan mengakses link yang sudah diberikan, exploit kit mulai menguasai perangkat korban. 

Pelaku akan berusaha agar exploit kits yang sudah disiapkan dapat masuk ke komputer korban. Lalu program akan mencari kelemahan sistem pada komputer tersebut. Jika menemukan celah, exploit kits akan memanfaatkannya untuk mendownload malware. Program ini yang akan digunakan pelaku untuk mengendalikan komputer korban.

Exploit kit menyerang sistem komputer dengan keamanan yang rendah. Karena exploit kit bekerja secara diam-diam, Mungkin kalian akan mengalami kesulitan untuk mengetahui saat diserang. Oleh karena itu, Kalian harus rajin mengupdate perangkat dan jangan sembarangan membuka link.

8. Pembajakan

Pembajakan adalah aksi menggandakan karya orang lain demi mendapatkan keuntungan pribadi. Di dunia online, pembajakan juga merupakan cyber crime yang sering terjadi. Mulai dari pembajakan software berbayar hingga buku elektronik. 

Salah satu aksi cyber crime pembajakan yang terkenal adalah aksi yang di lakukan oleh KingdotCom. Dalam aksi nya, mereka menayangkan acara televisi secara ilegal di websitenya. Tindakan ini menyebabkan kerugian finansial bagi pemilik stasiun TV karena sepinya penonton yang membayar tayangannya. Sementara pelaku mendapatkan keuntungan lebih dari $175 juta.

Aksi cyber crime ini cukup masih meresahkan di Indonesia. Pada faktanya, pemakaian software bajakan di Indonesia mencapai 83% dan merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Pasifik. Padahal seperti yang kita ketahui, software bajakan bisa saja mengandung malware yang justru membahayakan.

9. Penipuan Online

Penipuan online atau online scam merupakan aksi cyber crime yang juga perlu kalian waspadai. Bentuk penipuan yang terjadi bisa bermacam-macam dan platformnya juga bisa apa saja. Bisa saja marketplace atau media sosial.  

Kasus online scam yang membuat korban rugi hingga puluhan juta loh. Online scam tidak hanya terjadi pada individu sebagai targetnya. Karena pelaku online scam bisa berupa website toko online palsu, perusahaan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu cepat. Online scam ini bisa terjadi di lingkup negara hingga internasional.

Contoh kasus online scam yang cukup terkenal adalah OneCoin, salah satu mata uang cryptocurrency. Walaupun pada awalnya terlihat seperti mata uang digital yang aman, pengguna baru sadar bahwa OneCoin hanyalah scam. Apalagi ditambah dengan menghilangnya founder mereka secara mendadak. Pada akhirnya, pengguna dirugikan atas investasi yang dilakukan.   

10. Spamming

Spamming adalah aksi cyber crime dengan menyebarkan email spam secara massal. Isi email spam pun beragam, contohnya adalah penawaran produk yang tidak jelas. Spamming merupakan aksi cyber crime yang marak terjadi. Menurut riset, tingkat spam email dalam sebulan bisa mencapai angka 85%. 

Tentu cukup mengkhawatirkan, terutama bagi kalian yang menggunakan email untuk bisnis. Ruang penyimpanan penuh, dan email penting dari klien justru tidak bisa masuk karena banyaknya spam yang diterima. Apalagi, kegiatan spam email masih bisa terjadi mengingat aksi pencurian data hacker juga terus muncul. Ditambah juga dengan kasus adanya penjualan data oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Aksi Cyber Crime

Apa saja aksi yang dilakukan oleh pelaku cyber crime. Ini dia bentuk- bentuk aksi cyber crime :

1. Serangan Malware

Malware adalah aksi cyber crime menggunakan software yang menyusup ke perangkat korban. Aksi ini sering berhasil mencapai tujuan karena korban tidak mengetahui bahwa ada malware yang menyerang. Aksi kejahatan bisa dilakukan dengan leluasa.

Biasanya malware masuk melalui email, pesan di instant messaging atau saat akses ke website berbahaya. Ketika berada pada perangkat korban, malware dapat melakukan apapun sesuai program yang dijalankan. Contohnya yaitu mencuri data, memata-matai perilaku online korban hingga menghapus data yang diinginkan.

2. Phishing

Phishing masih menjadi aksi cyber crime favorit hacker. Kejahatan ini terbukti masih efektif, terutama untuk pencurian identitas. Menurut sebuah laporan aksi cyber crime 67% awalnya dari phishing. Data yang menjadi tujuan phising adalah data pribadi seperti nama, usia, dan alamat, data akun seperti username dan passworddan data finansial seperti nomor kartu kredit dan kode sandi. 

Langkah phising kerap berhasil karena pelaku phising akan menyamar menjadi pihak yang berwenang atau lembaga resmi, sehingga korban tidak merasa curiga sama sekali. Contoh kasus phising yang cukup terkenal adalah penggunaan PayPal untuk kejahatan. Pelaku mengirimkan email kepada korban dan berpura-pura sebagai pihak PayPal. Pelaku menyatakan bahwa akun korban telah “dibatasi” sebagai akibat dari pelanggaran kebijakan dalam isi emailnya.

Lewat email pelaku akan meminta korban untuk memperbarui akun mereka. Tautan yang diberikan akan mengarahkan korban ke situs palsu. Dan pada saat korban memasukkan data diri mereka sesuai petunjuknya, pelaku berhasil mendapatkan informasi yang diinginkan.

Kalian harus lebih jeli dengan email yang kalian terima. Contohnya, saat mendapat email dengan alamat panjang berisi perpaduan huruf dan angka. Selain itu, saran saya jangan asal-asalan untuk mengklik link di dalam email. Jadi, kalian tidak mudah masuk ke perangkap pelaku phising.

3. Deface Website

Deface adalah upaya mengubah tampilan sebuah website tanpa hak. Aksi cyber crime ini pernah heboh karena terjadi di Indonesia karena menimpa website lembaga pemerintah, KPU.  Situs resmi KPU Kabupaten Seluma menjadi korban deface website. Pelaku yang menyerang situs resmi KPU Kabupaten Seluma membuat tampilan depannya berubah. Pelaku menuliskan bahwa situs tersebut telah berhasil diretas oleh suatu kelompok.

Selain mengubah tampilan website, aksi cyber crime ini juga digunakan untuk mengarahkan korban ke situs lainnya. Contohnya aksi deface pada website Google di Romania. Meskipun aksi ini disangkal pihak Google, pengunjung saat itu tidak dapat mengakses situs google.ro. Dampak deface sangat serius, terutama bagi bisnis. Kredibilitas online kalian sangat dipertaruhkan. Sebagai alasan website kalian dianggap tidak memiliki perlindungan yang baik bagi pengunjung. 

4. Serangan DDoS

DDoS attacks adalah aksi cyber crime dengan target serangan ke server. Caranya adalah dengan membuat traffic sebuah server terlalu tinggi sampai tidak bisa mengatasi permintaan akses dari user. Aksi DDoS berupaya membuat server website down, sehingga pengunjung tidak bisa mengaksesnya. Tentu saja hal ini sangat merugikan.

Kenyataannya, DDoS merupakan salah satu serangan yang populer digunakan oleh hacker. Alasannya, teknik DDoS dianggap cukup sederhana untuk dijalankan.  Serangan DDoS sangat mengancam reputasi online yang dibangun. Kepercayaan konsumen terhadap sebuah bisnis yang mengalami down tentu akan sangat terpengaruh. 

DDoS bisa menimpa siapa saja, termasuk salah satu media terbesar di dunia, BBC. Saat itu, serangan yang terjadi mengakibatkan hampir semua layanan BBC lumpuh. Seluruh domain milik BBC tidak bisa diakses. Parahnya, layanan On-Demand dan radio juga ikut mati. Jadi, kerugian finansial akibat DDoS tersebut cukup serius.

5. Hacking

Hacking adalah aksi cyber crime merupakan aksi yang paling umum dilakukan. Hacking adalah istilah cyber crime yang cukup umum. Aksi ini dilakukan dengan mengakses sistem komputer korban tanpa hak. Pada dasarnya hacker akan menggunakan keterampilan yang mereka punya untuk melakukan berbagai aksi cyber crime. Mulai dari merusak sistem, mencuri data pribadi, sampai dengan mengekspos data yang pemilih yang diperoleh ke publik.

Aksi hacking tidak selamanya bertujuan mendapatkan keuntungan finansial. Tetapi banyak juga hacker yang melakukan hal tersebut hanya sekedar untuk memamerkan keahlian yang dimiliki. Contoh aksi hacking yang sering terjadi yaitu pembobolan kata sandi. Langkah ini menjadi titik awal hacker melakukan tindak kejahatan selanjutnya. Berita tentang perusahaan media yang  menjadi korban hacker. Di Indonesia, 2 media besar pernah menjadi korban hacking. Para hacker berhasil menembus sistem keamanan website media tersebut dan berhasil menghapus beberapa berita yang pernah dimuat. 

6. Social Engineering

Social engineering adalah aksi cyber crime dengan memanipulasi korbannya. Pelaku melakukan aksi dengan secara langsung menghubungi korban. Lewat pendekatan yang dilakukan, tanpa sadar, korban akan memberikan informasi yang diinginkan pelaku.

Contohnya, aksi social engineering ini kerap menimpa pengguna ojek online. Modus yang mereka lakukan adalah dengan menelpon korban dan menanyakan kode OTP (One Time Password). Kode OTP ini cukup penting untuk dapat mengambil alih akun korban. 

Kode OTP yang berasal dari sistem ojek online adalah bersifat rahasia. Tetapi, tak jarang korban mau memberikan informasi tersebut dengan teknik phishing. Apabila pelaku berhasil mengakses akun korban, dompet digital dan juga kartu kredit yang terhubung dengan akun itu dapat dimanfaatkan.

Cara Penanggulangan Cyber Crime

1. Membuat Undang-Undang

Cara paling elegan agar tindakan cyber crime tidak semakin merajalela atau menjadi-jadi adalah dengan membuat peraturan yang dimasukkan kedalam Undang-undang. Penegakan hukum akan membuat para pelaku cyber crime berpikir panjang sebelum melakukan tindakan kriminal karena dasar hukumnya jelas.

Di Indonesia, aturan tentang cyber crime saat ini menginduk pada UU ITE. Tetapi, sayangnya pola penindakannya masih belum maksimal dan seringkali terkesan dipaksakan. Penegakan hukum di ranah dunia maya memang masih belum jelas karena dokumen elektronik sendiri belum bisa dijadikan sebagai barang bukti oleh KUHP.

2. Membentuk Lembaga Penanganan Khusus

Saat ini kita memerlukan lembaga khusus seperti Divisi Cyber Crime Mabes Polri untuk menangkal dan menyelidiki potensi terjadinya tindak kejahatan di ranah digital. Terdapat beberapa negara yang sudah mulai menerapkan konsep ini, dengan membentuk lembaga khusus yang menangani cyber crime. Dengan demikian, hal tersebut hanya akan efektif jika diterapkan juga oleh banyak negara, sehingga tidak ada celah bagi pelaku cyber crime dimanapun dan kapanpun mereka berada.

 3. Memperkuat Sistem

Pengamanan sistem menjadi benteng pertama yang bisa kalian andalkan untuk menghindari potensi cyber crime. Untuk mengamankan sistem secara mandiri, kalian bisa menambahkan beberapa add ons seperti Sertifikat SSL pada website, antivirus komputer, hingga melakukan pengamanan fisik pada jaringan untuk memproteksi server.

Penutup

Itulah penjelasan tentang Pengertian Cyber Crime, Jenis-Jenis Kejahatan Dunia Maya, hingga Cara Penanggulanginya. Sekarang ini aktivitas cyber crime meningkat pesat, maka kalian semua harus terus berhati - hati dan berwasapada untuk mencegah terjadinya hal itu kepada kalian. Karena dampaknya sangat merugikan. Semoga kejahatan yang tejadi di dunia maya ini tidak menimpa kalian sampai kapanpun. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat bagi kalian semua!