Makalah Pengantar Ilmu Komunikasi - Komunikasi Kelompok

Makalah Pengantar Ilmu Komunikasi - Komunikasi Kelompok
Makalah Pengantar Ilmu Komunikasi - Komunikasi Kelompok

Makalah Pengantar Ilmu Komunikasi - Komunikasi Kelompok. Makalah di bawah bisa kalian jadikan sebagai referensi dalam pembuatan makalah dan tugas kuliah mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi. Makalah terdiri dari pendahuluan ( latar belakang ) , pembahasan dan penutup serta daftar pustaka. 


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

        Jakarta - Manajemen ojek online diimbau untuk menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan driver ojek online belum mempunyai organisasi baku seperti Organisasi Angkutan Darat (Organda). 

        "Imbauan juga kepada manajemen ojek online agar berkomunikasi dengan Polres Kabupaten dan Kota Bogor. Karena driver ojek online belum ada organisasi yang baku seperti angkot melalui Organdanya," kata Kapolres Bogor, AKBP AM DIcky Pastika, dalam keterangannya, Kamis (23/3/2017).

     Sebelumnya, pihak dari ojek online dan Organda melakukan silaturahmi dan media yang dilangsungkan di Polres Bogor pada Rabu (22/3). Sedangkan dari pihak berwenang turut hadir pula Kapolres Bogor, Dandim dan Kadishub Kabupaten Bogor. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya adalah mengajak kepada kedua belah pihak untuk sama-sama menahan diri agar tidak main hakim sendiri. 

        "Keduanya sepakat menahan diri dan menahan kelompok masing-masing untuk tidak main hakim sendiri," ujar Dicky. Selain itu, apabila terdapat informasi mengenai kekerasan itu disampaikan kepada satgas yang telah dibentuk. Satgas ini bertugas untuk melakukan konfirmasi dan pengecekan terhadap kejadian."Bila ada informasi terkait suatu kekerasan atau kejadian akan disampaikan kepada satgas yang dibentuk beranggotakan polres, Kodim, Dishub, Organda dan kordinator ojek online," tuturnya.

        Terakhir, kedua kelompok dihimbau untuk menjaga ketertiban dan keamanan yang ada di Kabupaten Bogor. Kalau ada masalah, semuanya harus diserahkan kepada pihak yang berwenang. "Sepakat untuk menyerahkan masalah hukum ke aparat berwenang untuk menindaklanjuti," ungkap Dicky. Dikutip dari detik.com (https://news.detik.com/berita/d-3454487/manajemen-ojek-onlinebogor-diminta-jalin-komunikasi-dengan-polisi)

        Dari berita tersebut, dapat dilihat bahwa komunikasi kelompok sangat penting, salah satunya adalah untuk bermusyawarah. Dalam musyawarah tersebut, maka akan menghasilkan suatu kesepakatan terbaik sesuai dengan yang dibicarakan. Dalam berita diatas, kesepakatan yang dihasilkan merupakan kesepakatan untuk berdamai dengan tidak main hakim sendiri.

B. Rumusan Masalah
  1. Apa definisi komunikasi kelompok?
  2. Bagaiman karakteristik komunikasi kelompok?
  3. Apa fungsi komunikasi kelompok?
  4. Apa saja bentuk bentuk komunikasi kelompok?
  5. Bagaimana klasifikasi komunikasi kelompok?
  6. Apa saja pendekatan dalam komunikasi kelompok?
  7. Apa yang harus diperhatikan oleh seorang komunikator?


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Kelompok

        Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.

       Menurut Walgito Komunikasi kelompok tediri dari dua kata komunikasi dan kelompok, komunikasi dalam bahasa inggris Communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, yakni maksudnya menyamakan suatu makna. Sedangkan kelompok (Hariadi, 2011) kelompok dapat dipandang dari segi presepsi, motivasi, dan tujuan, interdependensi, dan juga dari segi interaksi. Berarti komunikasi kelompok adalah menyamakan suatu makna didalam suatu kelompok. Pengertian kelompok berdasarkan diatas dapat diartikan atas dasar:
  1. Motivasi dikemukakan Bass (dalam Hariadi 2011), menyatakan bahwa kelompok adalah kumpulan individu yang keberadaanya sebagai kumpulan memberikan reward kepada individu-individu.
  2. Atas dasar tujuan yang dikemukakan oleh mills (dalam Hariadi 2011), kelompok dipandang Mills adalah suatu kesatun yang terdiri atas dua orang atau lebih yang melakukan kontak hubungan untuk suatu tujuan tertentu.
  3. Segi interdependensi, Fiedler (dalam Hariadi 2011) Mengatakan bahwa kelompok adalah sekumpulan orang yang saling bergantung satu dengan yang lainya. Pengertian yang sama juga dikemukakan oleh Cartwright dan Zander (1968), bahwa kelompok adalah kumpulan beberapa orang orang yang berhubungan satu dengan yang lainya dan membuat mereka saling ketergantungan.
  4. Dasar interaksi yang dikemukakan oleh Bouner (dalam Hariadi 2011), menyatakan bahwa kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi.
        Dari pengertian yang ada diatas menurut Hariadi, 2011 bahwa pengertian kelompok memiliki ciri-ciri seperti dua orang atau lebih, ada interaksi diantara anggotanya, memiliki tujuan atau goals, memiliki struktur dan pola hubungan di antara anggota yang berarti ada peran, norma, dan hubungan antar anggota, serta groupnees, merupakan satu kesatuan.

       Menurut A. Maslow Pengertian kelompok agar lebih jelas, diawali dengan pores pertumbuhan kelompok itu sendiri. Individu sebagai mahluk hidup mempunyai kebutuhan (Santosa, 2009), yakni adanya:
  1. Kebutuhan fisik,
  2. Kebutuhan rasa aman,
  3. Kebutuhan kasih sayang,
  4. Kebutuhan prestasi dan pretise, serta
  5. Kebutuhan untuk melaksanakan sendiri. 
        Dengan kebutuhan tersebut Sehingga komunikasi kelompok berarti menyamakan makna dalam satu kelompok. Komunikasi kelompok menyamakan suatu makna secara bersamaan, saling mempengaruhi satu sama yang lain untuk mencapai tujuan kelompok secara bersamaan. 

B. Karakteristik Komunikasi Kelompok

    Dalam pelaksanaan komunikasi kelompok biasanya agak lebih rumit dibandingkan dengan komunikasi antarpribadi karena ada beberapa karakteristiknya yang menurut Roudhonah dalam buku “Ilmu Komunikasi”, antara lain adalah :
  1. Komunikasi kelompok bersifat formal, dalam arti pelaksanaannya direncanakan terlebih dahulu sesuai dengan komponennya;
  2. Komunikasi kelompok terorganisir, yaitu orang-orang yang tergabung dalam kelompok mempunyai peranan dan tanggung jawab masing-masing dalam mencapai tujuan;
  3. Komunikasi kelompok terlembagakan, dalan arti ada aturan mainnya;
  4. Komunikator dalam kelompok ini haruslah Mencoba mengisolir beberapa proses yang sederhana dan mudah dimengerti dari sekian banyak proses-proses yang timbul secara simultan dan menggunakan beberapa istilah yang akan memudahkan untuk mengorganisir pengamatan.
Untuk lebih jelasnya, karakteristik komunikasi kelompok adalah :
  1. Langsung dan tatap muka,
  2. Lebih terstruktur,
  3. Formal/rasional,
  4. Dilakukan secara sengaja,
  5. Para peserta lebih sadar akan peranan dan tanggung jawab mereka masing-masing.
        Ada 2 karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya atau perilaku-perilaku apa saja yang pantas dan tidak pantas unruk dilakukan dalam suatu kelompok.

Ada 3 kategori norma kelompok, yaitu :
  1. Norma sosial, yang mengatur hubungan di antara para anggota kelompok,
  2. Norma prosedural, yaitu menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan, apakah itu melalui suara mayoritas ataukah dilakukan pembicaraan sampai tercapai kesepakatan,
  3. Norma tugas, yaitu memusatkan perhatian pada bagaimana suatu pekerjaan harus dilaksanakan.
      Karakteristik dari kelompok kecil : ditujukan pada kognisi komunikan, prosesnya berlangsung secara dialogis, sirkular, komunikator menunjukan pesan atau pikiran kepada komunikan, umpan balik berbentuk verbal.

       Sedangkan karakteristik dari kelompok besar, yaitu : ditunjukan kepada efeksi komunika, prosesnya berlangsung secara linear, dialogi namun berbentuk tanya jawab. Suatu kelompok disadari atau tidak berpengaruh sangant besar terhadap cara suatu individu dalam bertindak, bersikap, berperilaku, dan pola pikir.

C. Fungsi Komunikasi Kelompok
        
       Menurut Roudhonah dalam bukunya yang berjudul “Ilmu Komunikasi”, komunikasi memiliki beberapa fungsi. Fungsi komunikasi kelompok yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, kelompok dan para anggota kelompok itu sendiri sebagai berikut :
  1. Fungsi hubungan sosial, yaitu bagaimana suatu kelompok mampu memelihara dan menepatkan hubungan sosial di antara para anggotanya, seperti bagaimana suatu kelompok secara rutin memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk melakukan aktivitas yang informal, santai dan menghibur.
  2. Fungsi pendidikan, yaitu bagaimana sebuah kelompok secara formal maupun informal bekerja untuk mencapai dan mempertukarkan pengetahuan. Fungsi persuasi, yaitu seorang anggota kelompok berupaya mempersuasi anggota lainnya supaya melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
  3. Fungsi pemecahan masalah dan pembuatan keputusan, yaitu dengan cara menemukan alternatif atau solusi yang tidak diketahui sebelumnya, sedangkan pembuatan keputusan berhubungan dengan pemilihan antara dua atau lebih solusi. Jadi, pemecahan masalah menghasilkan materi atau bahan untuk pembuatan keputusan.
  4. Fungsi terapi, yaitu membantu setiap individu mencapai perubahan personalnya. Tentunya individu tersebut harus berinteraksi dengan anggota lainnya guna mendapatkan manfaat, namun usaha utamanya adalah membantu diri sendiri, bukan membantu kelompok mencari consensus, Contohnya: konsultasi perkawinan, kelompok penderita narkoba, kelomok perokok, dan lain-lain.
D. Bentuk-Bentuk Komunikasi Kelompok

        Komunikasi kelompok memiliki beberapa bentuk yang menurut Roudhonah dalam buku “Ilmu Komunikasi”, komunikasi kelompok bisa dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu :
  1. Micro Group (kelompok kecil)
  2. Kelompok kecil adalah kelompok komunikasi yang memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal, begitu juga dengan komunikasi kelompok dimana komunikator bisa berkomunikasi antarpribadi dengan salah satu anggota kelompok tersebut seperti yang biasa terjadi dalam kelompok belajar dan diskusidiskusi. Robert F. Bales mengartikan komunikasi kecil itu adalah sejumlah orang yang terlibat satu sama lain dalam suatu kelompok komunikasi yang bersifat berhadapan wajah (face to face meeting), dan setiap anggotanya memiliki kesan dan penglihatanyang baik antar sesama sehingga dapat memberikan tanggapan kepada masing-masing sebagai perorangan. Umpan balik yang diterima dalam komunikasi kelompok kecil ini bersifat rasional, dan dapat menjaga perasaan masing-masing anggota serta norma yang berlaku.
  3. Macro Group (kelompok besar)
  4. Kelompok komunikasi besar adalah sekumpulan orang yang sangat banyak sehingga kontak antar pribadi anggota sedikit susah untuk dilaksanakan, seperti yang terjadi pada acara tabligh akbar, kampanye, dan lain-lain. Anggota kelompok komunikasi besar ini biasanya dalam memberikan tanggapan bersifat emosional yang susah dikontrol. Seperti ketika terdapat diantara sebuah kerumunan seseorang yan tidak menyukai komunikator, maka dia akan berusaha untuk mencari kesempatan mencelakai komunikator tersebut tanpa memperdulikan akibat yang akan terjadi atas perbuatannya tersebut. 
E. Klasifikasi Kelompok

        Kelompok memiliki tujuan dan organisasi (tidak selalu formal) dan melibatkan interaksi di antara anggota-anggotanya. Komunikasi yang terjadi dalam kelompok pada hakekatnya adalah komunikasi interpersonal. Maksud dari komunikasi interpersonal sendiri adalah komunikasi antar 2 orang atau lebih secara tatap muka dengan penyampaian pesan melalui kata-kata, gerak tubuh, dan ekspresi wajah. Dalam komunikasi kelompok terdapat klasifikasi kelompok yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
  1. Kelompok Primer dan Sekunder
  2. Kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
  3. Kelompok Deskriptif dan kelompok Preskriptif
  4. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. 
  5. Ingroup dan Outgroup
  6. Kelompok ini merupakan pembagian kelompok yang didasarkan bahwa in group adalah kelompok kita, dan Out-group adalah kelompok mereka. Ingroup dapat berupa kelompok primer maupun sekunder. Konsep didalam kelompok dan diluar kelompok ini menjadi titik penting dalam klasifikasi ini.
  7. Kelompok Keanggotaan dan Kelompok Rujukan
  8. Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggotaanggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
F. Pendekatan Komunikasi Kelompok

        Dalam berkomunikasi secara berkelompok, tak semudah kita berkomunikasi secara pribadi. Maka diperlukannya pendekatan-pendekatan tertentu agar komunikasi dalam suatu kelompok berjalan dengan lancar tanpa ada yang terabaikan. Menurut Roudhonah dalam  buku “Ilmu Komunikasi”, da beberapa macam pendekatan dalam interaksi kelompok, yaitu sebagai berikut.
  1. Tahap gagasan (level of ideas), yaitu suatu bidang di mana anggota-anggota kelompok berusaha untuk berkomunikasi satu sama lain dengan tujuan memecahkan masalah untuk dipecahkan.
  2. Tahap perencanaan (planning), yaitu proses memutuskan tujuan-tujuan apa yang akan dicapai selama jangka waktu yang sudah ditentukan.
  3. Tahap pengorganisasian (organizing), yaitu proses pengelompokan kegiatankegiatan untuk mencapai tujuan dan penugasan kepada individu-individu sebagai anggota kelompok.
  4. Tahap emosional sosial (social emotional level), yaitu suatu bidang di mana anggotaanggota kelompok berusaha untuk saling menenggang satu sama lain dengan tujuan untuk membina pertautan antarpribadi yang membuat mereka senang dan bahagia. 
  5. Tahap penilaian (evaluation), yaitu suatu usaha untuk mengetahui hasilnya, agar jika ada kekurangan, maka dapat diadakan perbaikan di masa yang akan datang atau jika mendapat kesuksesan maka dinggunakan sebagai tolak ukur.
G. Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Komunikator Dalam Komunikasi Kelompok

        Berkomunikasi dengan suatu kelompok lebih rumit daripada berkomunikasi antar pribadi. Karena kita akan menghadapi lebih dari satu individu. Maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum berinteraksi dengan suatu kelompok, yakni sebagai berikut:
  1. Kontak Mata
  2. Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan. Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang pembicaraan, agar lawan bicara tidak merasa terabaikan.
  3. Ekspresi Wajah
  4. Wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia di ekspresikan dalam emosi yang berbeda yang tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi tujuan ekspresi bahwa Anda tertarik dengan bahan pembicaraan.
  5. Postur Tubuh
  6. Setiap gerak – gerik tubuh saat berbicara mesti dikoordinasikan dengan kekuatan meyakinkan diri. Mereka bisa jadi semacam tambahan untuk cara efektif yang dapat ditangkap secara visual daipada secara verbal.
  7. Selera Berbusana
  8. Busana memiliki tugas penting dalam menimbulkan kesan. Orang yang berbusana dengan struktur tubuh mereka nampak lebih menarik. Penampilan fisik seseorang dan busana yang dikenakan pasti membuat dampak pada proses komunikasi. Jika kita memperhatikan bagaimana cara berbusana, hal itu akan memperbaiki kemampuan komunikasi kita.
  9. Etika atau Norma
  10. Selain empat hal tersebut, yang harus kita perhatikan dalam melakukan komunikasi kelompok ialah etika dan norma. Maksudnya, didalam setiap kelompok itu memiliki norma-normanya sendiri. Maka kita harus memperhatikan norma-norma tersebut agar kita bisa menempatkan diri dan diterima didalam kelompok tersebut.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

        Komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna memperoleh maksud dan tujuan yang dikehendaki seperti erbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat : 4 elemen yang tercakup dalam definisi tersebut:Interaksi tatap muka, Jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, Maksud dan tujuan yang dikehendaki, kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya. Komunikasi kelompok memiliki beberapa karakteristik, yaitu bersifat formal, terorganisir, terlembagakan atau memiliki aturan, serta memiliki proses yang sederhana dan mudah dimengerti. 

        Dalam suatu kelompok juga terdapat norma-norma yang harus dipahami, yakni norma sosial, norma prosedural, serta norma tugas. Komunikasi kelompok juga memiliki fungsi-fungsi tertentu, yaitu fungsi hubungan sosial, fungsi pendidikan, fungsi persuasi, fungsi pemecahan masalah dan pembuat keputusan, serta fungsi terapi. 

        Bentuk-bentuk komunikasi kelompok diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kelompok kecil atau yang biasa disebut dengan micro group, dan ada juga kelompok besar yang disebut dengan macro group. Kelompok komunikasi juga diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yang pertama yaitu kelompok primer dan sekunder, selanjutnya kelompok in group dan out group, lalu ada kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan, dan yang terakhir ada kelompok deskriptif dan kelompok perspektif. 

        Komunikasi kelompok memiliki beberapa macam pendekatan yang biasa digunakan, yaitu tahap gagasan, tahap perencanaan, tahap pengorganisasian, tahap emosional sosial, serta tahap penilaian. Dalam melakukan komunikasi kelompok, kita harus memperhatikan beberapa hal, yaitu kontak mata, ekspresi wajah, postur tubuh, serta selera berbusana. Selain empat hal tersebut, kita juga harus memperhatikan etika dan norma yang berlaku dalam suatu kelompok tertentu. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat menempatkan diri dan agar kita tidak salah dalam m bersikap didalam suatu kelompok tertentu.


DAFTAR PUSTAKA

Roudhonah. 2019. Ilmu Komunikasi. Depok: Raja Grafindo Persada.
Tutiasari, Ririn Puspita. 2016. Komunikasi Dalam Komunikasi Kelompok. Jurnal Channel, 4(1), 81-90.
S. Heriawan. 2016. 
Komunikasi Kelompok. https://eprints.ums.ac.id (diakses pada 20 Oktober 2020, pukul 16.31).
Universitas Kristen Satya Wacana. 2014. Komunikasi Kelompok. https://repository.uksw.edu (diakses pada 20 Oktober 2020, pukul 16.37).
Nayaviila. Hal-Hal Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Dalam Komunikasi yang Efektif. 2018.
08.21).