Makalah Pendekatan Antropologi - Studi Islam

Makalah Pendekatan Antropologi - Studi Islam
Makalah Pendekatan Antropologi - Studi Islam

Makalah Pendekatan Antropologi - Studi Islam. Makalah di bawah bisa kalian jadikan sebagai referensi dalam pembuatan makalah dan tugas kuliah mata kuliah studi islam. Makalah terdiri dari pendahuluan ( latar belakang ) , pembahasan dan penutup serta daftar pustaka. 


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

         Sejak awal, Islam diharapkan mampu memberikan petunjuk dan pencerahan kepada umat manusia dalam segala aspek, termasuk aspek kehidupan. Islam memberikan petunjuk yang dapat menghadirkan kesejahteraan lahir batin dan dapat membuat hidup menjadi lebih bermakna dalam arti yang sangat luas. Ada beberapa pendekatan dalam Islam yang dapat diketahui dan kini pendekatan yang digunakan tidak hanya pendekatan normatifitas saja, melainkan menggunakan pendekatan yang sangat kompleks. Dengan tujuan Islam dapat diterima, dipahami dan dijalankan pula oleh umat manusia yang berbeda suku, adat istiadat, ras dan bahasa.

       Dengan melaksanakan pendekatan sesuai dengan Studi Islam dan Keislaman, diharapkan terjadinya Islam yang ideal. Ada beberapa pendekatan yang dapat diterapkan, salah satunya adalah pendekatan Antropologi. Antropologi secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia beserta kebudayaannya atau dengan kata lain, Antropologi merupakan cabang ilmu humaniora. 

        Antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempunyai bidang kajian sendiri yang tentu saja berbeda dengan ilmu sosial lainnya, seperti teologis normatif, sosiologis, filosofis, historis, kebudayaan dan psikologi.

B. Rumusan Masalah

         Berdasarkan dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut  :
  1. Apa definisi dari antropologi dan pendekatan antropologi?
  2. Meliputi apa saja objek kajian dalam pendekatan antropologi?
  3. Bagaimana perkembangan antropologi?
  4. Dampak positif dan negatif antropologi dalam Islam


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Antropologi

         Secara bahasa, antropologi terbentuk dari bahasa Latin yaitu dari kata antropos dan logos. Antropos berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Antropologi diartikan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai  “ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaannya pada masa lampau.”

Beberapa ahli mendefinisikan antropologi sebagai berikut:
  1. James L. Peacock: “Antropologi sebagai ilmu yang memfokuskan perhatiannya pada aspek pemahaman kemanusiaan dalam bentuk keanekaragaman secara menyeluruh”.
  2. Koentjaraningrat: “Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang di hasilkan”.
      Antropologi memiliki peran sebagai metode penelitian terhadap manusia kepada kebudayaan. Agama merupakan salah satu yang bisa dikaji dengan pendekatan antropologi. Karena dalam pendekatan antropologi agama, penelitian berfokus kepada perwujudan kegiatan keagamaan yang tumbuh dalam masyarakat.

B. Objek Kajian Antropologi

          Atho Mudzakkar menjelaskan ada lima fenomena agama yang dapat dikaji dalam antropologi agama. Yaitu:
  1. Scripture, atau naskah sumber ajaran agama dan simbol keagamaan. Contohnya kitab, bulan sabit, salib, dan sejenisnya.
  2. Penganut atau pemuka agama. Yaitu sikap penghayatan dan perilaku dari penganut agama itu.
  3. Ritus (upacara keagamaan), lembaga dan ibadah. Misalnya Shalat, haji, perkawinan, waris.
  4. Alat-alat dan sarana. Contohnya masjid, gereja, peci, dan sejenisnya.
  5. Organisasi keagamaan para penganut agama tersebut berkumpul. Contohnya Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan sejenisnya.
C. Fase Perkembangan Antropologi

           Pemakalah membagi perkembangan ilmu ini secara komprehensif menjadi 5 fase yaitu:
  1. Fase pertama terjadi sekitar abad ke-15 dan 16, yaitu ketika Barat mencapai jaman renaisans. Muncul berbagai macam buku yang membahas himpunan besar dari bahan pengetahuan berupa deskriptif tentang adat, masyarakat, bahasa dan ciri-ciri fisik dari beraneka ragam suku-bangsa di Afrika, Asia, Oseania, dan suku-suku bangsa Indian. 
  2. Fase kedua muncul sekitar pertengahan abad ke-19. Di fase inilah metode antropologi terutama mulai digunakan guna meneliti aspek-aspek keagamaan di mana Antropologi bertujuan mencari persamaan asas kebudayaan manusia yang dapat ditemukan pada bangsa lain.
  3. Fase ketiga permulaan abad ke-20. Pada fase ini, antropologi mempunyai tujuan baru, yaitu tujuan praktis. Ilmu ini digunakan oleh negara-negara Eropa sebagai senjata dalam menaklukkan daerah jajahannya. Dengan mengenali adat istiadat, bahasa, dan lingkungan, memudahkan penjajah dalam urusannya. 
  4. Fase keempat terjadi sekitar pada tahun 1930, dimana ilmu ini memiliki kemajuan yang pesat. Walau sempat mengalami kemunduran, ilmu ini berhasil bertahan dan tampil dengan tujuan baru. Semenjak itu, antropologi tidak lagi mengkaji tentang bangsa primitif, namun mulai mengkaji masyarakat perdesaan yang ditinjau dari fisiknya, sistem masyarakat, serta budayanya.
D. Dampak Positif Antropologi dalam Islam

          Dampak positif yang terdapat pada pendekatan antropologi dalam studi Islam, yaitu:
  1. Dapat mempelajari kebiasaan pola pikir dan perilaku bangsa maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi 
  2. Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri.
  3. Terjadinya akulturasi budaya yang mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yang unik.
E. Dampak Negatif Antropologi dalam Islam

          Dampak negatif yang terdapat pada pendekatan antropologi dalam studi Islam, yaitu:
  1. Globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena percampuran kebudayaan lokal dengan kebudayaan luar.
  2. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karna perilakunya banyak meniru budaya barat.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

        Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang kebudayaan masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri fisik, adat istiadat, dan budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi muncul sebagai landasan kunci dalam kehidupan berbudaya serta bermasyarakat, yang mana meliputi ciri-ciri dari suatu kebudayaan yang bermakna di dalam pola kehidupan masyarakat seperti tradisi, pengetahuan, seni, bahasa, dan lain-lain yang mencerminkan suatu kebudayaan tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

 Huda, M. Dimyati. Pendekatan antropologis dalam studi Islam. Didaktika Religia 4.2 (2016): 139-            162.
Mahyudi, Dedi. Pendekatan Antropologi dan Sosiologi dalam Studi Islam. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal             Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab 2.2 (2016).
Leni, Nurhasanah. Peran Antropologi Bagi Studi Islam. Analisis: Jurnal Studi Keislaman 18.2 (2018):           233-252.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta: 1990.