Makalah Stratifikasi Masyarakat - Pengantar Sosiologi

Makalah Stratifikasi Masyarakat - Pengantar Sosiologi
Makalah Stratifikasi Masyarakat - Pengantar Sosiologi

Makalah Stratifikasi Masyarakat - Pengantar Sosiologi. Makalah di bawah bisa kalian jadikan sebagai referensi dalam pembuatan makalah dan tugas kuliah mata kuliah Sosiologi. Makalah terdiri dari pendahuluan ( latar belakang ) , pembahasan dan penutup. 


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

        Selama dalam satu masyarakat ada sesuatu yang dihargai, dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya, sesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem lapisan dalam masyarakat. Adanya kelas yang tinggi dan kelas yang bawah disebabkan karena di dalam masyarakat terdapat ketimpangan dalam pembagian sesuatu yang dihargai. Sistem lapisan tersebut merupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertical. Berbeda dengan diferensiasi sosial yang kedudukannya sama.

B. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian dari stratifikasi sosial?
  2. Bagaimana stratifikasi sosial terjadi?
  3. Apa saja bentuk stratifikasi sosial?
  4. Apa dampak dari stratifikasi sosial?


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Stratifikasi Sosial

            Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli :
  1. Pitirim Sorokin 
  2. Stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul Social Stratification mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
  3. Drs. Robert M.Z. Lawang
  4. Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
  5. Max Weber
  6. Stratifikasi sosial adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
B. Proses Terjadinya Stratifikasi Sosial

        Setelah mengerti mengenai pengertian dari stratifikasi sosial, dibawah ini akan dijelaskan Proses terjadinya dari stratifikasi sosial diantaranya sebagai berikut:
  1. Terjadi secara otomatis/dengan sendirinya. Dapat terjadi disebabkan karena faktor yang sudah ada sejak seseorang lahir, atau juga proses ini bisa terjadi disebabkan pertumbuhan masyarakat. Sesorang yang menempati suatu lapisan tertentu bukan atas dasar kesengajaan yang dibuat oleh masyarakat atau juga dirinya sendir akan tetapi terjadi dengan secara otomatis, seperti misalnya keturunan. Stratifikasi yang terbentuk disebabkan alasan perbedaan pandangan, kepandaian, tingkat umur, harta, jenis kelamin, sifat asli dari anggota kerabat dalam masyarakat.
  2. Terjadi secara sengaja. Dapat terjadi dengan sengaja dengan maksud ialah untuk tujuan atau kepentingan bersama. Sistem ini ditentukan dengan adanya wewenang serta juga kekuasaan yang diberikan oleh seseorang atau juga organisasi. contohnya seperti diberikan oleh partai politik, perusahaan tempat bekerja, pemerintahan serta lain sebagainya.
C. Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial di Masyarakat
  1. Kekuasaan
  2. Individu atau masyarakat yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan berada pada tingkat lapisan atas dan bawah. Kekuasaan ini terbentuk karena adanya faktor yang mendorong lingkungan sosial untuk menciptakan serta mempertahankannya.
  3. Kekayaan
  4. Barang siapa yang memilki penghasilan tinggi atau kekayaan yang paling banyak, maka ia akan termasuk dalam lapisan atas. Kekayaan tersebut bisa berupa gaya hidup, cara berpakaian, cara menyantap hidangan, mobil pribadi, dan sering belanja barang-barang mewah.
  5. Kehormatan
  6. Tingkat ukuran kehormatan terhadap seseorang ataupun ndividu tidak sertamerta semua dilihat dari kekayaan dan kekuasaan yang dimilikinya, orng yang paling disegani dan mendapat penghormatan dalam kehidupan sehari-hari akan mendapatkan tempata teratas.Ukuran kehormatan seperti banyak kita jumpai pada masyarakat tradisional dengan sistem adanya te-tua adat, pemimpin dimasyarakat yang dahulunya pernah berjasa besar kepada masyarakat.
  7. Ilmu Pengetahuan
  8. Orang yang bisa memiliki tingkat pendidikan tinggi dianggap memiliki tempat yang tinggi pula dimasyarakat. Nah, kadangkala ukuran ini menjadi polemik sehingga menimbulkan terjadinya dampak negatif karena ternyata bukan mutu imu pengetahuan yang menjadi standar ukuran melainkan hanya gelar akademiknya (kesarjanaannya).
D. Bentuk-Bentuk Stratifikasi Sosial

        Terbentuknya stratifikasi sosial dalam masyarakat disebabkan oleh adanya sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai. Sesuatu yang dihargai selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Keadaan ini menjadikan bentuk-bentuk stratifikasisosial semakin beragam. Selain itu, semakin kompleksnya kehidupan masyarakat semakin kompleks pula bentuk-bentuk stratifikasi yang ada. Secara garis besar bentuk-bentuk stratifikasi sosial sebagai berikut :
  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi
  2. Dalam stratifikasi ini dikenal dengan sebutan kelas sosial. Kelas sosial dalam ekonomi didasarkan pada jumlah pemilikan kekayaan atau penghasilan. Secara umum klasifikasi kelas sosial terdiri atas tiga kelompok sebagai berikut :
    A) Kelas sosial atas Kelompok yang memiliki kekayaan banyak, dapat memenuhi segala kebutuhan hidup bahkan secara berlebihan. Golongan kelas ini dapat dilihat dari gaya hidup mereka.
    B) Kelas sosial menengah Kelompok orang berkecukupan yang sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer), misalnya sandang, pangan, dan papan.
    C) Kelas sosial bawah Kelompok orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan primer. Golongan kelas bawah biasanya terdiri atas pengangguran, buruh kecil, dan buruh tani.
  3. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial
  4. Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelompok tingkatan sosial berdasarkan status sosialnya. Oleh karena itu, anggota masyarakat yang memiliki kedudukan sosial yang terhormat menempati kelompok lapisan tertinggi. Sebaliknya, anggota masyarakat yang tidak memiliki kedudukan sosial akan menempati pada lapisan lebih rendah. Contoh: seorang tokoh adat atau tokoh masyarakat akan menempati posisi tinggi dalam pelapisan sosial.
  5. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik
  6. Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik sangat berhubungan dengan sistem pemerintahan, media politik dapat dijadikan salah satu kriteria penggolongan. Orang-orang yang menduduki jabatan di dunia politik atau pemerintahan akan menempati strata tinggi. Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik menjadikan masyarakat terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok lapisan atas yaitu elite kekuasaan disebut juga kelompok dominan (menguasai) sedangkan kelompok lapisan bawah, yaitu orang atau kelompok masyarakat yang dikuasai disebut massa atau kelompok terdominasi (terkuasai).
  7. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Pekerjaan
  8. Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh seseorang dapat dijadikan sebagai dasar pembedaan dalam masyarakat. Seseorang yang bekerja di kantor dianggap lebih tinggi statusnya daripada bekerja kasar, walaupun mereka mempunyai gaji yang sama. Adapun penggolongan masyarakat didasarkan pada mata pencaharian atau pekerjaan sebagai berikut.
    A) Elite yaitu orang kaya dan orang yang menempati kedudukan atau pekerjaan yang dinilai tinggi oleh masyarakat.
    B) Profesional yaitu orang yang berijazah dan bergelar kesarjanaan serta orang dari dunia perdagangan yang berhasil.
    C) Semiprofesional mereka adalah para pegawai kantor, pedagang, teknisi berpendidikan menengah, mereka yang tidak berhasil mencapai gelar, para pedagang buku, dan sebagainya.
    D) Tenaga terampil mereka adalah orang-orang yang mempunyai keterampilan teknik mekanik seperti pemotong rambut, pekerja pabrik, sekretaris, dan stenografer.
    E) Tenaga tidak terdidik, misalnya pembantu rumah tangga dan tukang kebun.
  9. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Pendidikan
  10. Antara kelas sosial dan pendidikan saling memengaruhi. Hal ini disebabkan oleh pencapaian pendidikan tinggi diperlukan uang yang cukup banyak. Selain itu, diperlukan juga motivasi, kecerdasan, dan ketekunan. Oleh karena itu, tinggi dan rendahnya pendidikan akan berpengaruh pada jenjang kelas sosial.
  11. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Budaya Suku Bangsa
  12. Pada dasarnya setiap suku bangsa memiliki stratifikasi sosial yang berbedabeda. Misalnya pada suku Jawa. Di Jawa terdapat stratifikasi sosial berdasarkan kepemilikan tanah sebagai berikut.
    A) Golongan wong baku (cikal bakal), yaitu orangorang keturunan para pendiri desa. Mereka mempunyai hak pakai atas tanah pertanian dan berkewajiban memikul beban anak keturunan para cikal bakal tersebut. Kewajiban seperti itu disebut dengan gogol atau sikep.
    B) Golongan kuli gandok (lindung), yaitu orang-orang yang mempunyai rumah sendiri, tetapi tidak mempunyai hak pakai atas tanah desa.
    C) Golongan mondok emplok, yaitu orang-orang yang mempunyai rumah sendiripada tanah pekarangan orang lain.
    D) Golongan rangkepan, yaitu orang-orang yang sudah berumah tangga, tetapi belum mempunyai rumah dan pekarangan sendiri.
    E) Golongan sinoman, yaitu orang-orang muda yang belum menikah dan masih tinggal bersama-sama dengan orang tuanya. Selain itu, stratifikasi sosial pada masyarakat Jawa didasarkan pula atas pekerjaan atau keturunan, yaitu golongan priayi dan golongan wong cilik. Golongan priayi adalah orang-orang keturunan bangsawan dan para pegawai pemerintah serta kaum cendekiawan yang menempati lapisan atas. Sedangkan golongan wong cilik antara lain para petani, tukang, pedagang kecil, dan buruh yang menempati lapisan kelas bawah.
E. Dampak Positif Stratifikasi Sosial

        Adanya kemauan individu bersaing untuk berpindah kasta, sehingga timbul rasa kerja keras untuk berpindah kasta dan meningkatnya pemerataan pembangunan di setiap daerah, guna menghilangkan kesenjangan sosial di suatu daerah.

F. Dampak Negatif Stratifikasi Sosial
  1. Konflik antar kelas bisa menimbulkan persaingan antara kelas yang satu dan lainnya, akibatnya perbedaan kepentingan antar kelas.
  2. Konflik antar kelompok sosial menjadikan timbulnya usaha kelompok menguasai kelompok lain secara paksa
  3. Konflik antar generasi. Konflik ini terjadi antara generasi dahulu (tua)dan generasi sekarang (muda). Konflik ini terjadi karena generasi muda ingin mengadakan perubahan nilai atau adat, sedangkan generasi tua ingin mempertahankan adat istiadat terdahulu.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

        Pengertian Stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis), penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise. Stratifikasi sosial adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

        Proses terjadinya dari stratifikasi sosial terjadi secara otomatis/dengan sendirinya dan terjadi secara sengaja. Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial di Masyarakat adalah Kekuasaan, Kekayaan, Kehormatan dan Ilmu Pengetahuan.