Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif

Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif
Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif

Perbedaan paragraf deduktif dan induktif - Paragraf adalah sebuah susunan dari beberapa kalimat dan mengandung sebuah gagasan. Biasanya penempatan gagasan pada sebuah paragraf bisa dibagi menjadi 3 cara, yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Apa perbedaan paragraf deduktif dan induktif? Apakah ada ciri-ciri khususnya? Mari kita bahasa mulai dari pengertian paragraf deduktif dan induktif, ciri-ciri dan contoh paragraf deduktif dan paragraf induktif.

Paragraf Deduktif

Pengertian Paragraf Deduktif

Menurut Tarigan (2008, dalam Siregar) paragraf deduktif merupakan paragraf yang memiliki kalimat topik berada di awal kalimat. Kalimat topik tersebut kemudikan dikembangkan lagi menjadi kalimat-kalimat penjelas sehingga kalimat topik tersebut dapat dipahami oleh pembaca. Kalimat topik biasanya kita sebut sebagai kalimat utama.

Sementara itu, menurut Mahyana (2008, dalam Anggelika) menerangkan bahwa paragraf deduktif merupakan paragraf yang disusun dengan mengawali pengembangan gagasannya dari sesuatu yang umum menuju sesuatu yang lebih khusus.

Keberadaan kalimat-kalimat penjelas berfungsi untuk mengembangkan atau memperjelas kalimat utama. Paragraf deduktif biasanya lebih mudah untuk dipahami karena gagasan utama yang berada di awal kalimat.

Ciri-Ciri Paragraf Deduktif

  1. Gagasan utama berada di awal paragraf. 
  2. Kalimat pertama adalah pernyataan umum kemudian kalimat selanjutnya sifatnya khusus. 
  3. Akhir kalimat deduktif diakhiri dengan penjelasan. 

Contoh Paragraf Deduktif

Bunyi-bunyi bahasa atau satuan bahasa sebenarnya termasuk lambang sebab sifatnya konvensional. untuk memahami makna atau yang diacu oleh bunyi-bunyi bahasa itu kita harus mempelajarinya. Tanpa mempelajarinya, orang Inggris tidak akan tahu bahwa meja dalam Bahasa Indonesia itu adalah ‘table’ dalam m bahasanya; dan dia juga tidak akan tahu bahwa anjing dalam bahasa Indnesia sama dengan ‘dog’ dalam bahasanya. (Chaer, 2003)

Berdasarkan contoh di atas, paragraf tersebut merupakan paragraf deduktif yang mempunyai kalimat topik atau kalimat utama berada di awal paragraf. Kalimat utamanya berupa Bunyi-bunyi bahasa atau satuan bahasa sebenarnya termasuk lambang sebab sifatnya konvensional.

Paragraf Induktif

Pengertian Paragraf Induktif

Paragraf induktif memiliki ciri utama yang berkebalikan dengan paragraf deduktif, yaitu keberadaan gagasan utama atau kalimat topiknya berada di akhir kalimat. Menurut Atmazaki (2007, dalam Siregar) mengemukakan bahwa paragraf induktif adalah jenis paragraf yang dalam proses penarikan kesimpulannya berdasarkan keadaan yang bersifat khusus untuk dikristalisasi (ditegaskan) secara umum.

Lalu, menurut Akhadiah (1999, dalam Jumiati) paragraf induktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola khusus-umum. Dalam paragraf induktif ini dimulai dengan gagasan penjelas atau kalimat penjelas, kemudian diakhiri dengan kalimat utamanya.

Menurut Alwi (2001, dalam Jumiati) keberadaan kalimat topik di akhir paragraf induktif ini berfungsi sebagai simpulan atau rangkuman yang telah disajikan dalam kalimat-kalimat penjelasnya. Paragraf induktif harus disusun secara logis dan sistematis supaya pembaca dapat mengerti mengenai kalimat utamanya.

Secara garis besar kalimat topik paragraf induktif berada di belakang kalimat. Untuk menjaga hubungan antar kalimat, dalam kesimpulan memakai konjungsi yang berfungsi sebagai kata penghubung antar kalimat.

Frasa yang dipakai dalam paragraf induktif umumnya memakai kata jadi, akhirnya, akibatnya, oleh karena itu, maka dari itu, berdasarkan uraian di atas, dan dengan demikian. Konjungsi sebagai penghubung antar kalimat bisa diletakkan di awal memakai huruf kapital. Kata penghubung ini bisa diikuti dengan tanda baca koma.

Ciri Ciri Paragraf Induktif

  1. Diawali dengan penyebutan peristiwa khusus. 
  2. Fungsi peristiwa khusus ini sebagai penjelas dan pendukung gagasan utama. 
  3. Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus. 
  4. Memakai konjungsi yang berfungsi sebagai kata penghubung. 
  5. Konjungsi di awal kalimat dan diikuti tanda baca koma.

Contoh Paragraf Induktif

Belajar dimasa tua membutuhkan usaha yang ekstra dikarenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyak Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra dikarenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyak. 

Dari paragraf diatas menjelaskan peristiwa khusus terlebih dahulu. Kalimat diatas diawali tentang belajar dimasa tua membutuhkan usaha ekstra dikarenakan daya tangkap yang dimiliki di masa mendatang sudah sangat berkurang.

Perbedaan Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif

Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif adalah Paragraf deduktif kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Sedangkan paragraf induktif kalimat topik di akhir paragraf menjadi kesimpulan keseluruhan kalimat. Namun beberapa paragraf deduktif bisa berupa kalimat transisi. Dalam sebuah paragraf kalimat transisi bisa berada di kalimat kedua, sehingga pembaca

itulah Perbedaan paragraf deduktif dan paragraf induktif serta ciri-ciri dan contohnya. Semoga kalian dapat memahami materi tersebut sehingga menambah wawasan dan juga ilmu pengetahuan kalian. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!